Bangkok Bersiap Jadi Ibukota Transportasi Listrik Asia

blog image

TAT, Jakarta - Thailand berkomitmen untuk mengurangi polusi udara dengan menciptakan sistem transportasi umum kota yang ramah lingkungan dan saling terintegrasi. Dalam rencana 20 tahun, sebanyak 30% sistem transportasi Thailand diharapkan dapat dialiri listrik pada tahun 2035. Salah satu upayanya adalah dengan menghubungkan kereta listrik, bis, dan kapal sehingga penumpang dapat beralih transportasi dengan mudah.

Berikut persiapan Bangkok untuk menjadi ibukota transportasi listrik Asia:


MINE Smart Ferries

MINE Smart Ferries diluncurkan pada akhir tahun 2020. Dioperasikan sepanjang 23 kilometer di sungai antara Rama V Bridge dan Sathon Piers, armada beroperasi dari Senin sampai Jumat sepanjang hari dengan pemberhentian di Rama VII Bridge, Kiak Kai, Thewet, Prannok, Pak Khlong Talat, Racthawong, Marine Department, dan CAT Tower.

MINE Smart Ferries diproduksi dan dioperasikan oleh Energy Absolute (EA) yang berbasis Thailand. Feri listrik ini ditenagai oleh baterai Li-Ion dan dapat beroperasi sejauh 80 sampai 100 kilometer dengan sekali pengisian daya. Kabin kapal dilengkapi dengan AC dan sistem desinfeksi, serta dapat ditumpangi oleh maksimal 250 orang.

Feri listrik sudah tersedia sebanyak 6 kapal dan jumlahnya akan bertambah hingga 28 kapal tahun ini. Penyediaan feri listrik diperkirakan dapat menghemat sekitar 4,73 juta liter bahan bakar diesel per tahun dan mengurangi gas kaca hampir 13.000 ton per tahun.

Beriringan dengan peluncuran MINE Smart Ferries, pemerintah kota Bangkok mengganti kapal penumpang bertenaga bensin di Khlong Phadung Krung Kasem dengan kapal listrik yang dapat membawa hingga 30 penumpang. Kapal beroperasi dari pagi hingga sore pada hari kerja dan akhir pekan melalui rute antara Dermaga Thewet dan Hua Lamphong. Pemerintah juga berencana untuk menjalankan kapal listrik di Khlong Saen Saep di masa depan.


Tuk-tuk Listrik

Sekarang Anda bisa memesan tuk-tuk listrik melalui aplikasi MuvMi (tersedia untuk iOS dan Android). Aplikasi ini memungkinkan Anda untuk memesan tuk-tuk dari titik penjemputan dan pengantaran yang ditentukan, sama seperti saat Anda memesan ojek atau taksi online.

Sudah lebih dari 100 tuk-tuk listrik tergabung dalam MuvMi. Dengan jumlah tersebut, armada menggunakan 336.000 liter bahan bakar lebih sedikit dan menghasilkan 560 ton kubik emisi karbon lebih sedikit. Layanan beroperasi di area Sukhumvit Road, Samyan-Siam, Phahonyothin Road-Lat Phrao, Rattanakosin Island, dan Kasetsart-Sena Nikhom. Cakupan layanan diharapkan dapat terus bertambah hingga 2.000 titik lagi.


Bis listrik dan Kereta Tanpa Awak

Pada September 2020 lalu, konsorsium lembaga akademik, serta perusahaan publik dan swasta mempresentasikan kemajuan proyek bus listrik buatan dalam negeri Bangkok kepada Perdana Menteri Thailand dan anggota Kabinet.

Thailand juga telah meluncurkan sistem monorel atau kereta tanpa awak pertama pada Desember 2020 lalu. Monorel Jalur Emas (Gold Line) menghubungkan tiga stasiun di kota Thon Buri, yaitu stasiun Krung Thonburi, Charoen Nakhon, dan Khlong San. Sistem monorel diharapkan dapat menampung sekitar 42.000 setiap hari.