Berbagai Upaya Konservasi Satwa Liar di Thailand

blog image

TAT, Jakarta - Bertambahnya populasi global melahap banyak sumber daya dan mengeksploitasi tanah. Itu sebabnya, konservasi satwa liar menjadi agenda penting untuk menyelamatkan dan melestarikan habitat yang membutuhkan tempat tinggal.

Di Thailand, telah dilakukan langkah besar untuk memperbaiki situasi melalui upaya konservasi. Upaya ini dilakukan bersama oleh organisasi independen, pemerintah, dan individu. Agenda prioritas adalah melestarikan sisa hutan Thailand dan mengembalikan beberapa area yang telah maju ke keadaan liar.

Merawat Simbol Nasional

Gajah adalah simbol nasional Thailand. Untuk mengatasi perburuan liar, pemerintah berencana membuat database dari setiap informasi genetik gajah jinak. Upaya ini bertujuan untuk menghentikan pemburu yang mengambil bayi gajar liar dan mengklaimnya sebagai keturunan gajah jinak. Pemerintah juga meneliti kamp-kamp gajah untuk setiap perlakuan buruk terhadap hewan berkulit tebal tersebut.

Berikut ini beberapa upaya perawatan gajah sebagai simbol nasional yang telah dilakukan berbagai pihak:

- Rumah sakit dan klinik keliling gajah, dilakukan oleh the Thai Elephant Conservation Centre (TECC) di selatan Chiang Mai sejak tahun 1993. TECC juga ikut serta membagikan pengetahuan seputar konservasi gajah di perpustakaan yang terletak di National Elephant Institute of Thailand.

- Phang Nga Elephant Park, bisnis ramah lingkungan yang dikelola oleh sebuah keluarga di utara Phuket. Tempat ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung, karena bisa berinteraksi dengan gajah.

- Elephants World di Kanchanaburi untuk meningkatkan kesadaran dan pendanaan bagi gajah Thailand.

- Wildlife Friends Foundation Thailand (WFFT), didirikan tahun 2001 untuk membantu hewan di penangkaran. Salah satunya dengan memperkenalkan mereka kembali ke alam liar jika memungkinkan. Sejak tahun 2006, WFFT juga berfokus pada upaya reboisasi agar hewan liar memiliki habitat.

Konservasi Burung

The Bird Conservation Society didirikan pada tahun 1953 oleh LSM konservasi tertua di Thailand. Salah satu agenda konservasi hewan berbulu ini adalah mengatur kunjungan lapangan dan berbagai proyek yang berfokus pada pelestarian burung, termasuk suaka burung. 

Konservasi Anjing Hidup

The Soi Dog Foundation dimulai di Phuket sejak tahun 2003 untuk membantu anjing dan kucing jalanan di pulau tersebut. Agenda yang dilakukan meliputi penyelamatan, perlindungan, perawatan medis, dan pemberian vaksinasi hewan tersesat.

Yayasan juga membantu menemukan rumah dan mensterilkan hewan yang ditemukan di jalanan. Selain itu, yayasan turur mengkampanyekan peningkatan hak kesejahteraan hewan di seluruh Asia.

Konservasi Laut

PBB melaporkan bahwa dua pertiga lingkungan laut global telah terdampak oleh perilaku manusia. Itu sebabnya, dilakukan konservasi laut untuk mengurangi limbah plastik, konservasi karang, membersihkan sampah, dan mengendalikan spesies invasif.

Marine Conservation Project juga turut mengundang sukarelawan untuk membantu upaya konservasi tersebut.

Konservasi lainnya

The World Wildlife Fund for Nature (WWF), Greenpeace, dan organisasi konservasi lain juga bekerja untuk melestarikan alam Thailand.

WWF didirikan pada tahun 1961 dan telah beroperasi di Thailand sejak 1995. Organisasi ini bertujuan membangun masa depan di mana manusia hidup selaras dengan alam. Upaya ini termasuk melestarikan keanekaragaman hayati, penggunaan berkelanjutan sumber daya alam terbarukan, pengurangan konsumsi boros, dan menghentikan polusi.